ranioneal

look and feel

Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards

Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards

Kucumbu Tubuh Indahku adalah karya terbaru dari rumah produksi Fourcolour Films yang terinspirasi dari kisah hidup Rianto. Tidak pernah sekalipun terbayangkan hidup seorang Rianto yang merupakan seorang penari Lengger asal Indonesia yang saat ini menetap di Jepang. Kisah hidupnya menginspirasi banyak orang termasuk sineas ternama Garin Nugroho untuk menggubahnya menjadi sebuah naskah film.

Dilansir oleh imdb, film ini meraih 7.3/10 review penonton. Film yang sebelumnya telah diputar di gelaran Jogja-Asia Pacific Film Festival (JAFF) tahun lalu yang bahkan sebelum tayang resmi di Indonesia sudah lebih dulu meraih berbagai penghargaan di kancah perfilman Internasional, di antaranya menjadi pemenang di Asia Pasific Screen Awards dan Festival Des 3 Continents Nantes 2018. Film ini telah diputar di bioskop tanah air sejak tanggal 18 April 2019.

Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards

Sosok Rianto yang kemudian ditranslasikan dalam tokoh Juno (Muhammad Khan) yang menjalani tiga fase kehidupan yakni masa kecil, remaja, hingga dewasa. Ditinggalkan sosok sang ayah ketika kecil membuat Juno tumbuh besar dengan sebatang kara. Sosok kerabat pun jarang menampakkan diri di dalam kehidupannya. Tumbuh dewasa ia tertarik pada budaya tari lengger yang mengharuskan dia tergabung dalam sebuah sanggar.

Di sanggar tersebut Juno menemukan keluarga baru yang memberinya kasih sayang yang tidak ia dapatkan dari sosok orang tua. Dalam film ini, kesulitan yang dialami Juno juga berkaitan dengan identitas ekspresi gender sejak kecil yang sudah membuat dia sulit untuk berkomunikasi. Ditambah dengan penghakiman dari lingkungan tanpa sifat rasa kemanusiaan atau empati, tak heran bila begitu banyak beban hidup yang Juno rasakan di usianya yang belum matang. Di sisi lain, pelampiasan hasrat diri dari sosok Juno pada tarian Lengger Lanang ternyata juga tak menolong untuk membuat masyarakat mengerti. Padahal, tarian Lengger Lanang sebenarnya awam dibawakan oleh laki-laki di kawasan Banyumas, Jawa Tengah. Tarian itu diketahui sudah ada sejak Abad ke-18 dan tercatat dalam Serat Centhini. Namun masyarakat (dalam film disebut berlatar di era reformasi) menolaknya.

Semakin bertambah tua, kegamangan akan sisi maskulin dan feminin dalam dirinya makin besar. Tiap pengalaman, konflik, dan gejolak batin yang pernah dialaminya membuat sosok Juno mengambil perspektif baru dalam menjalani hidup. Garin Nugroho sebagai sang sutradara memasukkan hal-hal simbolik tentang makna kehidupan dalam “Kucumbu Tubuh Indahku”. Pesan moral yang didapat adalah hidup ini luas, banyak hal-hal di luar sana yang belum dapat mengerti dengan sungguh dan hanya tampak di permukaan saja.

Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards
Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards
Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards
Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards

Sesi tanya jawab yang dilakukan Thedisplay.net pada konferensi pers film “Kucumbu Tubuh Indahku” memberikan kesempatan untuk mengupas lebih dalam alasan di balik pembuatan film yang mengangkat isu orientasi seksual yang cukup sensitif dalam budaya Indonesia.

“Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma – traumanya tersendiri yang bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu. Seorang penari Lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang. Ini yang saya tangkap dari cerita hidup Rianto. Dan ini yang ingin saya coba visualisasikan ke dalam film,” ungkap Garin Nugroho.



Iringan musik yang digubah oleh Mondo Gascaro di sepanjang film dengan original soundtrack yang meliputi lagu “Apatis” yang sudah bisa kita nikmati secara audio visual beberapa waktu lalu semakin menambah keindahan film yang juga dibintangi oleh Raditya Evandra (Juno Kecil), Sujiwo Tejo (Guru Lengger), Teuku Rifnu Wikana (Bupati), Randy Pangalila (Petinju), Whani Dharmawan (Warok), Endah Laras (Bibi Juno) dan Windarti (Guru Tari) tersebut. Film ini mengingatkan kembali terhadap keanekaragaman budaya dalam negeri serta keragaman perspektif manusia dalam memandang kehidupan dan bagaimana pengalaman membentuk pribadi seseorang.


source :
https://thedisplay.net/2019/04/16/review-kucumbu-tubuh-indahku-film/
https://womantalk.com/movies/articles/review-film-kucumbu-tubuh-indahku-kisah-hubungan-antara-tubuh-dan-hasrat-yang-begitu-menyentuh-AnVQkhttps://www.cnnindonesia.com/hiburan/20190426103729-220-389810/ulasan-film-kucumbu-tubuh-indahku
https://www.imdb.com/title/tt8900302/


  • Artikel (Film)dari kategori yang sama
    Oldboy
    Oldboy(2019-07-15 15:18)

    " 27 Steps of May "(2019-07-11 10:39)

    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Kucumbu Tubuh Indahku, film Indonesia pemenang di Asia Pasific Screen Awards
      Komentar(0)